Teknologi Quick Charging, Isi Daya Hanya 30 Menit

0
79
Teknologi Quick Charging, Isi Daya Hanya 30 Menit

Texno.id,- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI) meresmikan fasilitas untuk pengisian daya mobil listrik dengan teknologi quick charging, awal Desember 2018. Fasilitas ini telah tersedia di dua tempat, yaitu Gedung BPPT RI Jakarta dan di Serpong.

Deputi BPPT berharap fasilitas pengisian daya cepat untuk mobil listrik ini mendorong masyarakat beralih ke mobil bertenaga listrik. SPLU ini mengadopsi teknologi Quick Charging, dapat mengisi daya mobil hingga penuh selama 30 menit.

Pengisian Daya dengan Teknologi Quick Charging

Deputi BPPT juga membeberkan bahwa pengisian daya yang dilakukan di rumah bisa memakan waktu 4 sampai 6 jam. Dengan melakukan pengisian daya di SPLU berteknologi Quick Charging dengan skala 50kW, pengisian daya mobil hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Demonstrasi penggunaan SPLU diikuti model kendaraan lisrik seperti Mitsubishi i-MiEV dan Mitsubishi Outlander PHEV. Selain itu ada juga model kendaraan umum seperti bus listrik, sepeda motor listik dan berbagai model kendaraan model listrik lainnya turut berpartisipasi.

Kerjasama Pemerintah dengan Perusahaan Mitsubishi

Pada event ini, pihak Mitsubishi menyampaikan bahwa mereka sangat mendukung langkah pemerintah untuk segera mempercepat pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik secara nasional. Tentu saja sikap Mitsubishi ini memberikan dorongan moril kepada pemerintah. Nantinya, ada kerjasama antara pemerintah dengan perusahaan manufaktur dalam produksi mobil bertenaga listrik.

Kerjasama antara pemerintah dengan Mitsubishi sudah terlihat dengan adanya keikutsertaan kendaraan-kendaraan listrik yang diproduksi Mitsubishi. Rencananya, BPPT akan terus mengikutsertakan kendaraan listrik dari Mitsubishi pada kegiatan sosialisasi pengisian daya kendaraan listrik.

Tidak menutup kemungkinan, banyak perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah. Khususnya alam hal pengembangan fasilitas pengisian daya mobil listrik. Kendaraan listrik yang ikut serta dalam program pemerintah ini dimanfaatkan menjadi bahan studi pemodelan infrastruktur untuk mendukung tranpostrasi kendaraan listrik di Indonesia.

Termasuk penilaian penggunaan kendaraan listrik di daerah yang berbeda-beda, seperti kota, kawasan wisata, kota kecil bahkan pulau-pulau kecil di Indonesia. Semua perlu dipelajari dan dukungan dari berbagai pihak, supaya pengembangan mobil listrik tidak sia-sia karena infrastruktur yang tidak mendukung. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here